Jumat, 06 November 2009

AIR MATA PENARI MERAK

Jam 14.00 Jl.Asia Afrika macet. Tuanya Savoy Homan dan telinga Dewi Merak Preanger jadi saksi atas meninggalnya seorang pengemis di trotoar Departemen Keuangan Bandung..Betapa sunyi hidupnya..dan matinya...astaghfirullah...masyarakat macam apa kita ini memberi makan pengemis yang hanya segelintir itu tak bisa....

Tahukah anda Hotel Savoy Homan? Hotel Savoy Homan adalah hotel bintang 5 dan bersejarah di Kota Bandung. Desain hotel ini klasik khas paduan arsitektur Pasundan dan Eropa. Ruangannya dingin AC mewah, makanannya juga mahal. Lokasinya bersebrangan dengan Gedung Asia Afrika tempat dahulu Soekarno dan banyak delegasi negara Asia Afrika melakukan pertemuan membicarakan tentang kemerdekaan bangsa-bangsa.

Preanger juga hotel bintang 5 tak jauh dari Savoy Homan. Dalam hotel ini ada satu paviliun yang didesain langsung oleh Soekarno. Hotel ini juga bersejarah. Yang khas dari luar hotel ada patung 3 penari merak yang indah.

Di dekat kedua hotel itulah, tepatnya seorang laki-laki tertidur untuk selamanya. Seorang pengamen di perempatan jalan itu bertutur bahwa bapak itu kelaparan dan akhirnya meninggal. Saat itu melihatnya, jenazah itu berselimut koran. Kaku berebah miring di trotoar yang panas.

Pedih nian hatiku demi melihat peristiwa itu. Tak terbayangkan betapa sunyi hidupnya juga matinya. Sendirian, tak ada keluarga di sampingnya. Entah bagaimana kisah hidupnya. Dia meninggal di sebuah kota yang sedang mendandani diri menjadi kota wisata belanja. Dia kelaparan di sebuah kota yang mempromosikan dirinya menjadi kota kuliner. Dia tertidur di trotoar panas disaksikan gedung-gedung tinggi, orang makan mewah dan canda tawa orang gedongan. Di mataku tidurnya adalah pemberontakan.
Kita sudah 64 tahun merdeka, tapi apakah merdeka itu. Apakah jiwa yang merdeka itu. Sudah merdekakah jiwa kita dari penjajahan apapun. Penjajahan birokrasi, penguasa, harta, dan yang pasti hawa nafsu....

Duh Gusti, jangan Engkau buat bebal diriku...bangsaku...buat kami berbuat oh Tuhan. Jangan..jangan sampai Engkau azab bangsaku...

Allahumma iyya ka na’budu wa iyya kanasta’in...
Allahummahdina shirathal mustaqim...