Kamis, 15 November 2018

HASIL KARYA SENO DI SUATU SORE


AKU MENGGAMBAR BALDI BASIC MENGGUNAKAN PAINT


15 NOVEMBER 2018
SAAT AKU KELAS 1 SD

Rabu, 15 Juni 2016

NABI ADAM AS


Asal Usul Penciptaan Manusia

Segala sesuatu yang kita lihat saat ini dahulunya belum ada. Dahulu tidak ada manusia dan binatang, tidak ada tumbuh-tumbuhan, tidak ada bumi, matahari, bulan dan bintang. Dengan iradah dan qudrahnya Allah lalu menciptakan segala apa yang kita lihat saat ini. Diciptakan oleh Allah langit dan bumi dan apa-apa yang terdapat di antaranya di dalam waktu 6 hari. Hari yang bukan berarti siang dan malam seperti yang lazim kita gunakan sekarang, tetapi yang berarti proses pertumbuhan atau masa yang lamanya mungkin beribu-ribu atau berjuta-juta tahun.

Bila Allah berkehendak akan mengadakan atau menciptakan sesuatu, Allah hanya mengucapkan satu perkataan yang bersifat perintah yaitu “kun” yang artinya “jadilah”. Maka “fayakun”, terjadilah apa yang Allah kehendaki.

Dengan cara begitu maka tercipta dan terjadilah bumi dengan lautan dan daratannya, bergubung-gunung, berjurang lengkap dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatangnya. Terciptalah matahari dengan cahayanya yang terang cemerlang, bulan yang sinarnya kilau gemilau, dan bintang-bintang yang berkelap-kelip. Semuanya beredar di angkasa dengan peredaran yang teratur menurut sunah Ilahi yang menciptakan dan mengaturnya, bersimpang siur dan berkejar-kejaran.

Kemudian diciptakan Allah pula Malaikat-malaikat yang selalu patuh menjalankan perintah Allah yang menciptakannya, mengerjakan ibadah dan tugas masing-masing yang sudah ditentukan Allah baginya. Di antara mereka ada yang menjadi penjaga bumi, penjaga langit, yang menurunkan hujan dan ada yang menjadi pesuruh Allah sebagai perantara antara Allah dan makhlukNya. Dalam menjalankan tugasnya malaikat senantiasa bertasbih dan mensucikanNya.

Kemudian Allah ciptakan ADAM sebagai manusia yang pertama untuk menempati bumi yang luas terbentang. Manusia beranak dan berketurunan menjadi manusia banyak bergolong-golongan dan berbangsa-bangsa, berserak di seluruh pelosok bumi.

Maksudnya manusia diciptakan Allah adalah agar manusia itu menyembah dan mensucikan Allah, lalu menjadi pengatur bumi yang tak teratur, bercocok tanam, memelihara binatang-binatang, mendirikan rumah-rumah, jalan-jalan dan sebagainya.

Allah memberi tahukan kehendakNya ini kepada Malaikat , “ Aku hendak menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di muka bumi”
Lalu para malaikat menjawab, “Apakah manusia yang Engkau ciptakan untuk mengatur bumi ya Tuhan kami? Tidakkah manusia akan merusak bumi dan menumpahkan darah berbunuh-bunuhan? Kiranya kami selalu patuh dan mensucikan akan Engkau”

Terhadap saran malaikat itu Allah berfirman :
“Aku lebih tahu apa yang kamu tidak mengetahuinya”. Ya. Allahlah yang lebih tahu rahasia apa yang terkandung dari kejadian manusia ini. Tuhanlah yang lebih tahu kenapa kita manusia yang diciptakan Tuhan untuk mengatur bumi. Sekalipun Allah juga tahu bahwa manusia di permukaan bumi akan berbuat kerusakan, bersilang sengketa akan berbunuh-bunuhan menumpahkan darah.

Tetapi jangan sampai kita lupakan bahwa Tuhan juga tahu, bahwa tidak semua manusia itu perusak. Tidak semua manusia suka bersilang sengketa dan berbunuh-bunuhan. Di antara manusia yang banyak itu ada banyak manusia yang baik yang selalu berbuat kebajikan terhadap sesama manusia, selalu berusaha dan berjuang untuk keselamatan dan kebahagiaan hidup manusia.

Setelah mendengar jawaban Allah yang pendek tetapi menganduk makna yang dalam itu, semua malaikat menjadi diam, tidak menjawab lagi. Hanya berkata dengan berbisik di antara sesama mereka:
“memang benar. Tuhan kita Maha Mengetahui segala sesuatu dari yang sekecil-kecilnya sampai perkara yang sebesar-besarnya. Allah mengetahui segala tang dhahir dan yang batin, yang kelihatan oleh mata dan yang tidak kelihatan. Tidak ada satu perkara dan kejadian yang bagaimanapun kecilnya yang terjadi di langit dan bumi atau di antaranya.

“Apa saja yang Allah ciptakan dan perbuat tentu ada guna dan faedahnya, tentu ada maksud dan tujuannya. Tidak ada satu bendapun yang diciptakan Allah akan sia-sia. Hanya kita sendiri yang tidak atau belum mengetahuinya”.

Allah meneruskan firmanNya terhadap para malaikat itu:
“Manusia itu, yaitu Adam, akan aku ciptakan dari tanah. Apabila sudah terbentuk dan selesai, akan kehembuskan kepadanya rohKu agar ia menjadi hidup, dapat bergerak, berperasaan, berpengertian dan berkesadaran. Bila Adam sudah menjadi hidup dengan pengertian dan kesadaran hendaklah kamu sekalian bersujud memberi hormat kepadanya.

Ya, memang manusia itu adalah ciptaan Allah yang terakhir. Sebab itu manusia adalah sebaik-baik makhluq. Manusia memiliki keistimewaan jasmani dan rohani. Maka sudah sepantasnyalah manusia mendapat penghormatan yang begitu tinggi dari para malaikat.

Malaikat sebagai makhluk Allah yang berkesadaran tinggi, dapat mengerti dan memahami perintah Allah untuk menghormati manusia atau Adam.
Mereka lalu menjawab, “ Baiklah ya Tuhan kami, kami mengengar dan kami taat segala perintahMu”.


Lalu Allah menciptakan Adam dari tanah dengan tanganNya sendiri berbentuk seperti bentuk manusia seperti sekarang ini. Yaitu berkepala, berbadan, bertangan, berkaki. Lalu Allah hembuskan roh kepadanya sehingga Adam menjadi hidup. Adam menggerakkan kedua kaki dan tangannya lalu ia bersin (batuk) sehingga bergerak seluruh badannya, terbuka kedua matanya, bergerak jantung dan paru-parunya.

Ketika Adam membuka matanya melihat seluruh alam sekitarnya timbullah pengertian dan kesadaran itu, dia mengucap: “ Alhamdulillahi Rabbil Alamin (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam). Malaikat kagum sekagum-kagumnya melihat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Adam pertama kalinya. Satu ucapan yang berisi pengertian dan kesadaran yang tinggi. Pengertian dan kesadaran yang tinggi bahwa alam ini seluruhnya diciptakan oleh Allah, sebab itu selamanya Allah harus selalu dipuji dan disanjung.

Para malaikat serentak menjawab ucapan Adam:
“Yarhamukallahu, ya Adam. Artinya Allah selalu menumpahkan rahmatNya kepada engkau ya Adam, dan selamatlah.
Para malaikat lalu berdiri berjejer di sekeliling Adam lalu sujud dan menghormat kepada Adam sebagaimana Allah perintahkan kepada mereka.

Hanya iblis yang tidak mau sujud dan menghormat kepada Adam. Dia tetap berdiri dan membangkang dengan sombongnya tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.

Manusia dan Iblis

Iblis membangkang perintah Allah karena kesombongannya. Allah lalu berkata kepada iblis:
“Bukankah engkau juga makhluk ciptaanKu, yang juga harus tunduk dan menjalankan perintahKu? Tetapi kenapa engkau tidak sujud dan memberi hormat terhadap Adam sebagaimana aku perintahkan?”

Iblis menjawab:
“Engkau ciptakan aku dari api. Dan Adam dari tanah. Api lebih mulia dari tanah. Itu berarti aku lebih mulia dari Adam. Maka tidak sepantasnyalah aku sujud dan hormat terhadap Adam itu.”

Mendengar sanggahan itu, Allah menjadi marah lalu berkata kepada iblis:
“Tempat ini (surga) bukan tempat orang yang menyanggah terhadap Aku. Sekarang juga, engkau harus keluar dan enyah dari sini”

Sesudah keluar dan terusir dari sorga, iblis kembali menyanggah dan berkata kepada Allah:
“ Ya Tuhan, Engkau usir aku dari surga ini karena Adam. Aku bersumpah bahwa aku dan semua keturunanku akan memusuhi Adam dan keturunanya selama-lamanya.
Mereka akan aku sesatkan. Mereka akan aku celakakan. Aku akan ajak dan anjurkan mereka berbuat kejelekan dan kerusakan agar kehidupan manusia selamanya susah dan kacau balau”

Mendengar ancaman iblis, Allah lalu berkata:
“Untuk menghindari tipu dayamu, kepada manusia akan aku beri senjata yang ampuh, yaitu akal. Akal itu akan aku bimbing dengan petunjuk-petunjuk (agama) manusia yang tetap mempergunakan akal dan menurut petunjuk-petunjukku tidak akan dapat engkau sesatkan dan perdayakan. Dengan akal itu mereka akan membedakan yang baik dan yang buruk.

Dengan tuntunan petunjuk-Ku, akal mereka akan mempunyai daya berfikir yang benar. Siapa yang tidak menggunakan akal dan tidak menurut petunjuk-Ku tentu dapat engkau goda dan sesatkan. Ini akan dipertanggungjawabkan di hadapanKu kelak di akhirat.

Mendengar keterangan Allah tersebut, Iblis terdiam. Tetapi hatinya semakin dongkol, iri hati dan dengkinya terhadap manusia semakin memuncak.

Dia berpaling kepada Adam. Mata dan seluruh perhatiannya sekarang ditujukan kepada Adam. Dia ingin tahu dimana letak kelemahan jasmani dan rohani manusia. Adam dipelajarinya dari segala segi. Akhirnya iblis berkesimpulan bahwa manusia itu selain mempunyai kekuatan berfikir yaitu akal yang amat hebat itu juga memiliki banyak kelemahan.
Di samping akal, manusia juga memiliki hawa nafsu. Dan nafsu itu banyak sekali ragamnya. Ada nafsu terhadap makanan dan minuman, nafsu syahwat, nafsu harta dan kekayaan, terhadap rumah tempat tinggal dan kendaraan, ada pula nafsu terhadap kedudukan yang tinggi di tengah-tengah manusia.
Di tiap-tiap nafsu, tabiat dan karakter terdapat banyak sekali pintu atau lubang kelemahan dan setiap waktu bisa dimasuki iblis untuk mengacaukan dan memperdayakan kehidupan manusia.

Setelah melihat kelemahan itu semua Iblis tertawa kecut. Dia tertawa gembira karena berhasil melihat kelemahan-kelamahan Adam. Tetapi hatinya juga takut bahwa manusia di samping memiliki kelemahan juga memiliki kekuatan yaitu akal yang dapat menerima petunjuk Allah. Petunjuk Allah adalah benteng berlapis baja yang tidak mungkin ditembus iblis.

Iblis dari semula menyadari kelemahan dirinya menghadapi manusia yang sadar dan iman yang berbentengkan petunjuk Allah. Dengan petunjuk Allah, manusia akan selamat dari godaan iblis dan akan selamat di dunia dan di akhirat.

Iblis adalah kekuatan gaib yang bisa disamakan dengan gelap. Sedang keimanan dan petunjuk Allah adalah kekuatan gaib yang bisa disamakan dengan cahaya. Satu tempat jika tidak dimasuki cahaya berati gelap. Bila tempat yang gelap itu dimasuki cahaya, pasti gelapnya lenyap.

Begitu pulalah manusia sebagai tempat. Bila dia kosong dari keimanan dan petunjuk Allah, akan bersimaharajalelalah setan dan iblis atas dirinya. Tetapi jika manusia punya keimanan dalam dadanya dan selalu disiram dengan petunjuk Ilahi, segala daya iblik takkan mempan memperdayakannya. (bersambung)

Sumber : Disadur dari Buku Rangkaian Cerita Dalam Al Quran karya Bey Arifin 26 September 1963. Buku ini diterbitkan PT Al Ma'arif CV Peladjar, Bandung. Buku ini buku yang sangat penting bagi suami saya Amin Sudarsono. Maka saya tulis ulang dan saya renungi setiap kata-katanya. 



Kamis, 22 Oktober 2015

NGANGSU KAWERUH SAMA YANGDA RAHMI



11 Agustus 2015

“Bagaimana caranya mengirim 3 anak laki-kalinya ke pesantren sejak umur 6-7 tahun”. Bunda Rahmi, ibunya Ardhi Rahman, Arsyi, Musa, Nurin, Amiroh dan Ghifari. Beliau istri dari Ketua Umum Syarikat Islam, ormas tertua di Indonesia.

Rasa penasaranku akhirnya kuungkapkan juga pada beliau yang saat ini tinggal di kota Bogor. Kami datang bersama keluarga Akbar, berarti kami berempat, Seno (4 tahun), Nambi (5 tahun), Sabrang (3tahun)dan Maryam (10 bulan). Begitu dibukakan pintu, kami menunggu sebentar. Lalu keluarlah Bunda Rahmi yang langsung menyambut hangat anak-anak dengan nasyid nasyid. Bunda bernyanyi riang sambil menggendong Maryam. Semua anak-anak langsung lari girang. 

Bunda bilang, eh bunda punya rahasia...siapa mau tahu..? semua langsung berteriak..akuuuu....semua mengekor bunda. Ternyata Bunda Rahmi punya 4 pot bunga besar yang di dalamnya ada ikan-ikan kecil yang berenang-renang di sela-sela ganggang hijau. Dan yang membuat takjud lagi, ada satu pot yang penghuninya adalah keluarga kodok. Ada anak kodok kecil sekali berwarna hitam. Seno pun sekarang percaya kalau ada kodok berwarna hitam dan coklat. 

Setelah melihat ikan dan kodok krucil-krucil langsung naik ayunan, semua gembira. Sambil mendengar Bunda Rahmi yang terus bercerita tentang bermacam-macam. “Bunda punya rahasia lagi. Tapi, ada syaratnya. Harus bergiliran dan bermainnya di teras saja tidak masuk rumah.”. apa ya, semua penasaran. Ternyata mobil-mobilan besar untuk dinaiki. Asiiiik...semua berlarian. Mereka bergantian naik. “Ada lagi. Tapi ini untuk dedek Maryam.” Bunda masuk lagi dan keluar membaca tenda berukuran 50x50 cm berwarna pink bergambar Frozen. Yeee....

Anak-anak semua gembira...

Setelah bercanda-canda dan bertukar cerita tentang kabar sekarang. Akupun tak ingin menyia-nyiakan waktu. Aku ingin mendengar cerita tentang bagaimana memilih pendidikan untuk anak-anak. 

Kata Bunda, saat itu Pak Amrullah, suami Bunda mengirim utusan untuk mendatangi pesantren-pesantren dari Jawa Timur hingga Jawa Barat. Lalu pilihannya jatuh pada pesantren Mbah Kyai Arwani Kudus Yanbu’ul Quran. Lalu Ardhi anak pertama diajak kesana. Diajak mengunjungi beberapa pesantren tapi suka pesantren salaf itu.

Cerita lucunya, dulu anak-anak di pesantren sering tertular penyakit kulit, bisul, gudhig, dll karena masalah kebersihan. Setiap seminggu sekali Bunda pergi ke Kudus menengok juga untuk merawat anak-anak. Jadi, selama di pesantren tidak dilepas begitu saja. Bahkan Bunda banyak memberikan masukan kepada pesantren. Bahkan Pak Amrullah semasa menjadi ketua kumpulan wali murid juga berjasa memperbaiki manajemen organisasi sekolah. Pak am mendatangkan tim dari Nurul Fikri untuk berbagi tentang manajemen sekolah.

Pelajaran penting:

Pertama, luruskan niat. Niatkan untuk mendidik anak menunaikan amanah Allah sebaik-baiknya. Jangan sampai kita hanya ingin untuk pamer atau prestise orang tua. Zaman terus berubah, bekal apa yang ingin kita siapkan untuk anak-anak menghadapi dunianya kelak yang bisa jadi kita tidak fasih memahaminya kelak. Maka bekal terbaik adalah Al Qur’an, tuntunan dari Allah yang akan menjaganya, membimbingnya. Mari berharap kebarokahan Al Qur’an agar kelak anak-anak menjadi anak yang dirindukan umat hari ini. Suatu hari mereka akan membawa kejayaan Islam di muka bumi. Maka bekal apakah yang lebih baik dari Al Qur’an.

Bunda bercerita tentang karyawannya yang gagal memasukkan anaknya yang cerdas ke pesantren. Anaknya cerdas, hafalannya banyak. Tetapi dia dipaksa masuk pesantren. Dan akhirnya saat seleksi juga tidak bisa masuk karena yang terpaksa boleh pulang oleh Pak Kyai.

Kedua, menanamkan kecintaan kepada Al Quran sejak dini. Anaknya harus senang. Jangan sampai karena obsesi orang tua, anak menjadi korban. Mencintai quran tentu bukan terjadi tiba-tiba. Harus ditanamkan sejak dini. Membiasakan anak-anak akrab dengan alquran sejak dini.

Ketiga, melatih anak untuk mandiri. Kalau hidup di pesantren, anak harus pandai merawat diri sendiri. Mulai dari toilet training, mandi, berpakaian, makan, belajar. Anak harus punya kesiapan mental untuk bersosialisasi di luar sana. 

Terimakasih bunda Rahmi telah mengajarkan banyak hal pada kami. Tapi yang paling berkesan adalah sambutan yang hangat, kata-kata yang lembut, pelukan yang menentramkan dari bunda. Ada semangat yang sulit dijelaskan. Terpancar begitu saja dari wajahmu. Membuat rindu ingin bertemu lagi dan lagi. Salam rindu selalu YANGDA...(eyang bunda....)[]

BENTUK, MANEKIN DAN JERAPAH



5 Agustus 2015

My litle Seno sedang suka bermain dengan mainan kayu dengan berbagai bentuk. Dengan 5 jenis bentuk dengan kombinasi 4 warna, Seno membuat berbagai bentuk yang berbeda-beda. Sangat kreatif dan out off the box. Dia suka berteman dengan mainannya, bahkan diajak tidur siang dan malam. Bagi Seno semua benda hidup, memiliki perasaan, bisa melihat, dan bisa menjadi temannya. Dengan sebuah benda, Seno sangat pandai membuat berbagai cerita. Ya. Seno sangat suka bercerita sampai aku kuwalahan meladeninya.

Tadi malam, kami berpura-pura menjadi manekin. Hihi...ketahuan deh, kelamaan diajak jalan jalan ke tempat belanja. Dan Seno takjub dengan berbagai manekin. Dan baginya, semua manekin hidup. Hiiii serem kataku. Kok serem sih bu, bukankah itu menakjubkan? Hehe...deng dong. Oh my litle Seno.

Sekarang seharian kami jadi jerapah. Aku ibu jerapah, Mas amin bapak jerapah, dia Seno jerapah dan adek Maryam jerapah.[]

SENO DAN POHON


“ Ibu, pohon itu umurnya berapa?”, tanya Seno dalam sebuah perjalanan sambil melihat pohon-pohon sepanjang jalan. 

Pekan kemarin kami berjalan-jalan ke Kebon Raya Bogor. Seno takjub dengan pohon-pohon besar yang akarnya besarnya sama dengan badannya, tinggi akarnya setinggi badannya. Dia pandangi pohon yang tinggi itu dengan penuh kekaguman. Ada pohon yang tinggi besar menjulang, ada tidak terlalu tinggi tapi akarnya berkumpul sebesar rumah dan menaungi dengan gagah. Ada juga tanaman kecil yang merambat, ada yang mengapung, ada yang berpelukan dengan tanaman lain. Ada tanaman yang minum sedikit air dan ada yang harus berenang di air. Bagi Seno semua hidup, punya mata dan telinga. 

“Assalamualaikum pohon....”, sapanya dengan gembira.

Kekagumannya pada tanaman berlanjut sampai di rumah.

 “ Seno, pohon itu bisa tinggi dan kuat karena punya akar yang dalam menghujam dalam tanah. Karena itu dia bisa tahan dari terpaan angin kencang. Kalau kamu ingin kuat dan tinggi seperti pohon, maka kamu juga harus punya akar yang kuat. Kalau kamu ingin punya akar yang kuat maka kamu harus banyak belajar. Belajar Al Quran, belajar di sekolah, banyak membaca buku dan banyak bertanya. Maka kamu akan punya akar yang kuat ke dalam tanah.”

“Seno mau kuat seperti pohon!!!”, dia berteriak gembira.

“Akar tugasnya mencari makanan, daun tugasnya memasak, dan batang tugasnya mengantar makanan untuk semua bagian daun.”, iseng-iseng cerita tentang pengetahuan alam.

“Kalau makanan seno dimasak dalam perut, lalu dipompa....”, sambil tertawa memegang perutnya.

Rasa ingin tahu anak-anak setiap hari membuatku kagum bagaimana Allah telah membekali akal untuk berfikir. Belajar adalah hal yang alami dalam diri manusia. Mau jadi apa manusia, tergantung informasi apa yang masuk dalam kepalanya.

Sangat menyenangkan bercerita sama anak kecil. Dan itu kemewahan Seno dan Maryam, karena 2 tahun ini aku di rumah bersama mereka. Kami membaca buku, berkebun, bermain air, bermain tanah, jalan-jalan, nonton film..Seno sangat suka membaca alif ba ta juz ‘amma baghdadiyah. A i u, ba bi bu, an in un, ban bin bun. Semoga kekagumanmu pada ciptaan Allah dan rasa ingin tahumu selalu terpelihara seumur hidupmu nak. Kelak, seperti apapun lingkunganmu tetaplah seperti itu. berbinar-binarlah melihat ilmu seperti ayahmu.[]

Selasa, 09 Juni 2015

DUA CERMIN

Menjadi ibu adalah hal yang paling berat dalam hidupku saat ini, tetapi juga menjadi hal yang terbaik dalam hidupku. Seorang ibu harus memiliki integritas dalam setiap perkataan dan perbuatan. Karena anak-anak adalah cermin. Apa yang terlihat pada anak kita, itulah kita.

Saat melihat anak kita sulit bersalaman dengan orang, mungkin kita begitu. Saat anak kita mengacuhkan kita saat dipanggil, mungkin kita juga. Saat anak bersuara keras, mungkin kita juga. Saat anak suka marah, mungkin kita juga. Saat anak malas, mungkin kita juga. Saat anak kecanduan nonton TV, mungkin kita juga.

Kadang solusi kepribadian anak justru ada dalam diri kita. Kalau ingin anak berakidah kuat, maka kita harus begitu. Kalau ingin anak rajin ibadah, maka yang pertama harus rajin adalah kita. Jika ingin anak bertutur kata lembut, maka mulai pelankan suara kita dan berlemah lembutlah kita. Kalau kita ingin anak yang sabar, maka bersabarlah kita.

Cara terbaik untuk menjadi  mentarbiyah diri sendiri adalah dengan mentarbiyah anak kita dengan baik. Cara terbaik mentarbiyah anak adalah dengan mentarbiyah diri sendiri.

Anak sedikit atau banyak tidak masalah, kita didik sebaik-baiknya. Semoga kelak menjadi pemuda pemudi muslim yang dirindukan umat. Kita besarkan dengan keikhlasan, dengan cinta yang besar.

Setiap anak istimewa. Mereka memiliki cara belajar sendiri. Senopati Ibrahim (3,5 th) sangat pandai bercerita dengan media apapun, boneka, mainan, benda-benda di rumah, bahkan jari jarinya sendiri bisa menjadi sebuah cerita. Sedangkan Maryam Marhamah (7 bulan), sedang masa eksplorasi dengan mulutnya. dia senang memakan apapun. krupuk getuk, keripik pisangpun kriuk kriuk dimakan. Maryam suka mengeksplorasi mainan, dan kadang kadang sampai rusak. Sepertinya Seno mewarisi kecerdasan bahasa ayahnya, sedangkan Maryam mewarisi tangan tukangku.

Dengarkan ibu nak, kalian harus menjaga diri dengan baik, menempa diri dengan baik. Banyak tugas yang kelak harus kalian kerjakan.

Ya Allah, bimbing kami menunaikan amanahMu ini.