INSPIRASI
Selasa, 07 Juli 2020
Kamis, 15 November 2018
Rabu, 15 Juni 2016
NABI ADAM AS
Asal
Usul Penciptaan Manusia
Segala sesuatu yang kita lihat saat ini
dahulunya belum ada. Dahulu tidak ada manusia dan binatang, tidak ada
tumbuh-tumbuhan, tidak ada bumi, matahari, bulan dan bintang. Dengan iradah dan
qudrahnya Allah lalu menciptakan segala apa yang kita lihat saat ini.
Diciptakan oleh Allah langit dan bumi dan apa-apa yang terdapat di antaranya di
dalam waktu 6 hari. Hari yang bukan berarti siang dan malam seperti yang lazim
kita gunakan sekarang, tetapi yang berarti proses pertumbuhan atau masa yang lamanya
mungkin beribu-ribu atau berjuta-juta tahun.
Bila Allah berkehendak akan mengadakan
atau menciptakan sesuatu, Allah hanya mengucapkan satu perkataan yang bersifat
perintah yaitu “kun” yang artinya “jadilah”. Maka “fayakun”, terjadilah apa
yang Allah kehendaki.
Dengan cara begitu maka tercipta dan
terjadilah bumi dengan lautan dan daratannya, bergubung-gunung, berjurang
lengkap dengan tumbuh-tumbuhan dan binatang-binatangnya. Terciptalah matahari
dengan cahayanya yang terang cemerlang, bulan yang sinarnya kilau gemilau, dan
bintang-bintang yang berkelap-kelip. Semuanya beredar di angkasa dengan
peredaran yang teratur menurut sunah Ilahi yang menciptakan dan mengaturnya,
bersimpang siur dan berkejar-kejaran.
Kemudian diciptakan Allah pula
Malaikat-malaikat yang selalu patuh menjalankan perintah Allah yang
menciptakannya, mengerjakan ibadah dan tugas masing-masing yang sudah
ditentukan Allah baginya. Di antara mereka ada yang menjadi penjaga bumi,
penjaga langit, yang menurunkan hujan dan ada yang menjadi pesuruh Allah
sebagai perantara antara Allah dan makhlukNya. Dalam menjalankan tugasnya
malaikat senantiasa bertasbih dan mensucikanNya.
Kemudian Allah ciptakan ADAM sebagai
manusia yang pertama untuk menempati bumi yang luas terbentang. Manusia beranak
dan berketurunan menjadi manusia banyak bergolong-golongan dan
berbangsa-bangsa, berserak di seluruh pelosok bumi.
Maksudnya manusia diciptakan Allah adalah
agar manusia itu menyembah dan mensucikan Allah, lalu menjadi pengatur bumi
yang tak teratur, bercocok tanam, memelihara binatang-binatang, mendirikan
rumah-rumah, jalan-jalan dan sebagainya.
Allah memberi tahukan kehendakNya ini
kepada Malaikat , “ Aku hendak menciptakan manusia untuk menjadi pengatur di
muka bumi”
Lalu para malaikat menjawab, “Apakah
manusia yang Engkau ciptakan untuk mengatur bumi ya Tuhan kami? Tidakkah
manusia akan merusak bumi dan menumpahkan darah berbunuh-bunuhan? Kiranya kami
selalu patuh dan mensucikan akan Engkau”
Terhadap saran malaikat itu Allah
berfirman :
“Aku lebih tahu apa yang kamu tidak
mengetahuinya”. Ya. Allahlah yang lebih tahu rahasia apa yang terkandung dari
kejadian manusia ini. Tuhanlah yang lebih tahu kenapa kita manusia yang
diciptakan Tuhan untuk mengatur bumi. Sekalipun Allah juga tahu bahwa manusia
di permukaan bumi akan berbuat kerusakan, bersilang sengketa akan
berbunuh-bunuhan menumpahkan darah.
Tetapi jangan sampai kita lupakan bahwa
Tuhan juga tahu, bahwa tidak semua manusia itu perusak. Tidak semua manusia
suka bersilang sengketa dan berbunuh-bunuhan. Di antara manusia yang banyak itu
ada banyak manusia yang baik yang selalu berbuat kebajikan terhadap sesama
manusia, selalu berusaha dan berjuang untuk keselamatan dan kebahagiaan hidup
manusia.
Setelah mendengar jawaban Allah yang
pendek tetapi menganduk makna yang dalam itu, semua malaikat menjadi diam,
tidak menjawab lagi. Hanya berkata dengan berbisik di antara sesama mereka:
“memang benar. Tuhan kita Maha Mengetahui
segala sesuatu dari yang sekecil-kecilnya sampai perkara yang sebesar-besarnya.
Allah mengetahui segala tang dhahir dan yang batin, yang kelihatan oleh mata
dan yang tidak kelihatan. Tidak ada satu perkara dan kejadian yang bagaimanapun
kecilnya yang terjadi di langit dan bumi atau di antaranya.
“Apa saja yang Allah ciptakan dan perbuat
tentu ada guna dan faedahnya, tentu ada maksud dan tujuannya. Tidak ada satu
bendapun yang diciptakan Allah akan sia-sia. Hanya kita sendiri yang tidak atau
belum mengetahuinya”.
Allah meneruskan firmanNya terhadap para
malaikat itu:
“Manusia itu, yaitu Adam, akan aku
ciptakan dari tanah. Apabila sudah terbentuk dan selesai, akan kehembuskan
kepadanya rohKu agar ia menjadi hidup, dapat bergerak, berperasaan,
berpengertian dan berkesadaran. Bila Adam sudah menjadi hidup dengan pengertian
dan kesadaran hendaklah kamu sekalian bersujud memberi hormat kepadanya.
Ya, memang manusia itu adalah ciptaan
Allah yang terakhir. Sebab itu manusia adalah sebaik-baik makhluq. Manusia
memiliki keistimewaan jasmani dan rohani. Maka sudah sepantasnyalah manusia
mendapat penghormatan yang begitu tinggi dari para malaikat.
Malaikat sebagai makhluk Allah yang
berkesadaran tinggi, dapat mengerti dan memahami perintah Allah untuk menghormati
manusia atau Adam.
Mereka lalu menjawab, “ Baiklah ya Tuhan
kami, kami mengengar dan kami taat segala perintahMu”.
Lalu Allah menciptakan Adam dari tanah
dengan tanganNya sendiri berbentuk seperti bentuk manusia seperti sekarang ini.
Yaitu berkepala, berbadan, bertangan, berkaki. Lalu Allah hembuskan roh
kepadanya sehingga Adam menjadi hidup. Adam menggerakkan kedua kaki dan
tangannya lalu ia bersin (batuk) sehingga bergerak seluruh badannya, terbuka
kedua matanya, bergerak jantung dan paru-parunya.
Ketika Adam membuka matanya melihat
seluruh alam sekitarnya timbullah pengertian dan kesadaran itu, dia mengucap: “
Alhamdulillahi Rabbil Alamin (segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam).
Malaikat kagum sekagum-kagumnya melihat mendengar perkataan yang keluar dari
mulut Adam pertama kalinya. Satu ucapan yang berisi pengertian dan kesadaran yang
tinggi. Pengertian dan kesadaran yang tinggi bahwa alam ini seluruhnya
diciptakan oleh Allah, sebab itu selamanya Allah harus selalu dipuji dan
disanjung.
Para malaikat serentak menjawab ucapan
Adam:
“Yarhamukallahu, ya Adam. Artinya Allah
selalu menumpahkan rahmatNya kepada engkau ya Adam, dan selamatlah.
Para malaikat lalu berdiri berjejer di
sekeliling Adam lalu sujud dan menghormat kepada Adam sebagaimana Allah
perintahkan kepada mereka.
Hanya iblis yang tidak mau sujud dan
menghormat kepada Adam. Dia tetap berdiri dan membangkang dengan sombongnya
tidak mau menjalankan apa yang diperintahkan Allah kepadanya.
Manusia
dan Iblis
Iblis membangkang perintah Allah karena
kesombongannya. Allah lalu berkata kepada iblis:
“Bukankah engkau juga makhluk ciptaanKu,
yang juga harus tunduk dan menjalankan perintahKu? Tetapi kenapa engkau tidak
sujud dan memberi hormat terhadap Adam sebagaimana aku perintahkan?”
Iblis menjawab:
“Engkau ciptakan aku dari api. Dan Adam
dari tanah. Api lebih mulia dari tanah. Itu berarti aku lebih mulia dari Adam.
Maka tidak sepantasnyalah aku sujud dan hormat terhadap Adam itu.”
Mendengar sanggahan itu, Allah menjadi
marah lalu berkata kepada iblis:
“Tempat ini (surga) bukan tempat orang
yang menyanggah terhadap Aku. Sekarang juga, engkau harus keluar dan enyah dari
sini”
Sesudah keluar dan terusir dari sorga,
iblis kembali menyanggah dan berkata kepada Allah:
“ Ya Tuhan, Engkau usir aku dari surga
ini karena Adam. Aku bersumpah bahwa aku dan semua keturunanku akan memusuhi
Adam dan keturunanya selama-lamanya.
Mereka akan aku sesatkan. Mereka akan aku
celakakan. Aku akan ajak dan anjurkan mereka berbuat kejelekan dan kerusakan
agar kehidupan manusia selamanya susah dan kacau balau”
Mendengar ancaman iblis, Allah lalu
berkata:
“Untuk menghindari tipu dayamu, kepada
manusia akan aku beri senjata yang ampuh, yaitu akal. Akal itu akan aku bimbing
dengan petunjuk-petunjuk (agama) manusia yang tetap mempergunakan akal dan
menurut petunjuk-petunjukku tidak akan dapat engkau sesatkan dan perdayakan.
Dengan akal itu mereka akan membedakan yang baik dan yang buruk.
Dengan tuntunan petunjuk-Ku, akal mereka
akan mempunyai daya berfikir yang benar. Siapa yang tidak menggunakan akal dan
tidak menurut petunjuk-Ku tentu dapat engkau goda dan sesatkan. Ini akan
dipertanggungjawabkan di hadapanKu kelak di akhirat.
Mendengar keterangan Allah tersebut,
Iblis terdiam. Tetapi hatinya semakin dongkol, iri hati dan dengkinya terhadap
manusia semakin memuncak.
Dia berpaling kepada Adam. Mata dan
seluruh perhatiannya sekarang ditujukan kepada Adam. Dia ingin tahu dimana
letak kelemahan jasmani dan rohani manusia. Adam dipelajarinya dari segala
segi. Akhirnya iblis berkesimpulan bahwa manusia itu selain mempunyai kekuatan
berfikir yaitu akal yang amat hebat itu juga memiliki banyak kelemahan.
Di samping akal, manusia juga memiliki
hawa nafsu. Dan nafsu itu banyak sekali ragamnya. Ada nafsu terhadap makanan
dan minuman, nafsu syahwat, nafsu harta dan kekayaan, terhadap rumah tempat
tinggal dan kendaraan, ada pula nafsu terhadap kedudukan yang tinggi di
tengah-tengah manusia.
Di tiap-tiap nafsu, tabiat dan karakter
terdapat banyak sekali pintu atau lubang kelemahan dan setiap waktu bisa
dimasuki iblis untuk mengacaukan dan memperdayakan kehidupan manusia.
Setelah melihat kelemahan itu semua Iblis
tertawa kecut. Dia tertawa gembira karena berhasil melihat kelemahan-kelamahan
Adam. Tetapi hatinya juga takut bahwa manusia di samping memiliki kelemahan
juga memiliki kekuatan yaitu akal yang dapat menerima petunjuk Allah. Petunjuk Allah
adalah benteng berlapis baja yang tidak mungkin ditembus iblis.
Iblis dari semula menyadari kelemahan
dirinya menghadapi manusia yang sadar dan iman yang berbentengkan petunjuk
Allah. Dengan petunjuk Allah, manusia akan selamat dari godaan iblis dan akan
selamat di dunia dan di akhirat.
Iblis adalah kekuatan gaib yang bisa
disamakan dengan gelap. Sedang keimanan dan petunjuk Allah adalah kekuatan gaib
yang bisa disamakan dengan cahaya. Satu tempat jika tidak dimasuki cahaya
berati gelap. Bila tempat yang gelap itu dimasuki cahaya, pasti gelapnya
lenyap.
Begitu pulalah manusia sebagai tempat. Bila
dia kosong dari keimanan dan petunjuk Allah, akan bersimaharajalelalah setan
dan iblis atas dirinya. Tetapi jika manusia punya keimanan dalam dadanya dan
selalu disiram dengan petunjuk Ilahi, segala daya iblik takkan mempan
memperdayakannya. (bersambung)
Sumber : Disadur dari Buku Rangkaian Cerita Dalam Al Quran karya Bey Arifin 26 September 1963. Buku ini diterbitkan PT Al Ma'arif CV Peladjar, Bandung. Buku ini buku yang sangat penting bagi suami saya Amin Sudarsono. Maka saya tulis ulang dan saya renungi setiap kata-katanya.
Sumber : Disadur dari Buku Rangkaian Cerita Dalam Al Quran karya Bey Arifin 26 September 1963. Buku ini diterbitkan PT Al Ma'arif CV Peladjar, Bandung. Buku ini buku yang sangat penting bagi suami saya Amin Sudarsono. Maka saya tulis ulang dan saya renungi setiap kata-katanya.
Kamis, 22 Oktober 2015
NGANGSU KAWERUH SAMA YANGDA RAHMI
11 Agustus 2015
“Bagaimana caranya mengirim 3
anak laki-kalinya ke pesantren sejak umur 6-7 tahun”. Bunda Rahmi, ibunya Ardhi
Rahman, Arsyi, Musa, Nurin, Amiroh dan Ghifari. Beliau istri dari Ketua Umum
Syarikat Islam, ormas tertua di Indonesia.
Rasa penasaranku akhirnya
kuungkapkan juga pada beliau yang saat ini tinggal di kota Bogor. Kami datang
bersama keluarga Akbar, berarti kami berempat, Seno (4 tahun), Nambi (5 tahun),
Sabrang (3tahun)dan Maryam (10 bulan). Begitu dibukakan pintu, kami menunggu
sebentar. Lalu keluarlah Bunda Rahmi yang langsung menyambut hangat anak-anak
dengan nasyid nasyid. Bunda bernyanyi riang sambil menggendong Maryam. Semua
anak-anak langsung lari girang.
Bunda bilang, eh bunda punya
rahasia...siapa mau tahu..? semua langsung berteriak..akuuuu....semua mengekor
bunda. Ternyata Bunda Rahmi punya 4 pot bunga besar yang di dalamnya ada
ikan-ikan kecil yang berenang-renang di sela-sela ganggang hijau. Dan yang
membuat takjud lagi, ada satu pot yang penghuninya adalah keluarga kodok. Ada
anak kodok kecil sekali berwarna hitam. Seno pun sekarang percaya kalau ada
kodok berwarna hitam dan coklat.
Setelah melihat ikan dan kodok
krucil-krucil langsung naik ayunan, semua gembira. Sambil mendengar Bunda Rahmi
yang terus bercerita tentang bermacam-macam. “Bunda punya rahasia lagi. Tapi,
ada syaratnya. Harus bergiliran dan bermainnya di teras saja tidak masuk
rumah.”. apa ya, semua penasaran. Ternyata mobil-mobilan besar untuk dinaiki.
Asiiiik...semua berlarian. Mereka bergantian naik. “Ada lagi. Tapi ini untuk
dedek Maryam.” Bunda masuk lagi dan keluar membaca tenda berukuran 50x50 cm
berwarna pink bergambar Frozen. Yeee....
Anak-anak semua gembira...
Setelah bercanda-canda dan
bertukar cerita tentang kabar sekarang. Akupun tak ingin menyia-nyiakan waktu.
Aku ingin mendengar cerita tentang bagaimana memilih pendidikan untuk
anak-anak.
Kata Bunda, saat itu Pak
Amrullah, suami Bunda mengirim utusan untuk mendatangi pesantren-pesantren dari
Jawa Timur hingga Jawa Barat. Lalu pilihannya jatuh pada pesantren Mbah Kyai
Arwani Kudus Yanbu’ul Quran. Lalu Ardhi anak pertama diajak kesana. Diajak
mengunjungi beberapa pesantren tapi suka pesantren salaf itu.
Cerita lucunya, dulu anak-anak di
pesantren sering tertular penyakit kulit, bisul, gudhig, dll karena masalah
kebersihan. Setiap seminggu sekali Bunda pergi ke Kudus menengok juga untuk
merawat anak-anak. Jadi, selama di pesantren tidak dilepas begitu saja. Bahkan
Bunda banyak memberikan masukan kepada pesantren. Bahkan Pak Amrullah semasa
menjadi ketua kumpulan wali murid juga berjasa memperbaiki manajemen organisasi
sekolah. Pak am mendatangkan tim dari Nurul Fikri untuk berbagi tentang
manajemen sekolah.
Pelajaran penting:
Pertama, luruskan niat. Niatkan untuk mendidik anak menunaikan
amanah Allah sebaik-baiknya. Jangan sampai kita hanya ingin untuk pamer atau
prestise orang tua. Zaman terus berubah, bekal apa yang ingin kita siapkan
untuk anak-anak menghadapi dunianya kelak yang bisa jadi kita tidak fasih
memahaminya kelak. Maka bekal terbaik adalah Al Qur’an, tuntunan dari Allah
yang akan menjaganya, membimbingnya. Mari berharap kebarokahan Al Qur’an agar
kelak anak-anak menjadi anak yang dirindukan umat hari ini. Suatu hari mereka
akan membawa kejayaan Islam di muka bumi. Maka bekal apakah yang lebih baik
dari Al Qur’an.
Bunda bercerita tentang
karyawannya yang gagal memasukkan anaknya yang cerdas ke pesantren. Anaknya
cerdas, hafalannya banyak. Tetapi dia dipaksa masuk pesantren. Dan akhirnya
saat seleksi juga tidak bisa masuk karena yang terpaksa boleh pulang oleh Pak
Kyai.
Kedua, menanamkan kecintaan
kepada Al Quran sejak dini. Anaknya harus senang. Jangan sampai karena obsesi
orang tua, anak menjadi korban. Mencintai quran tentu bukan terjadi tiba-tiba.
Harus ditanamkan sejak dini. Membiasakan anak-anak akrab dengan alquran sejak
dini.
Ketiga, melatih anak untuk
mandiri. Kalau hidup di pesantren, anak harus pandai merawat diri sendiri.
Mulai dari toilet training, mandi, berpakaian, makan, belajar. Anak harus punya
kesiapan mental untuk bersosialisasi di luar sana.
Terimakasih bunda Rahmi telah
mengajarkan banyak hal pada kami. Tapi yang paling berkesan adalah sambutan
yang hangat, kata-kata yang lembut, pelukan yang menentramkan dari bunda. Ada
semangat yang sulit dijelaskan. Terpancar begitu saja dari wajahmu. Membuat
rindu ingin bertemu lagi dan lagi. Salam rindu selalu YANGDA...(eyang bunda....)[]
BENTUK, MANEKIN DAN JERAPAH
5 Agustus 2015
My litle Seno sedang suka bermain
dengan mainan kayu dengan berbagai bentuk. Dengan 5 jenis bentuk dengan
kombinasi 4 warna, Seno membuat berbagai bentuk yang berbeda-beda. Sangat
kreatif dan out off the box. Dia suka berteman dengan mainannya, bahkan diajak
tidur siang dan malam. Bagi Seno semua benda hidup, memiliki perasaan, bisa
melihat, dan bisa menjadi temannya. Dengan sebuah benda, Seno sangat pandai
membuat berbagai cerita. Ya. Seno sangat suka bercerita sampai aku kuwalahan meladeninya.
Tadi malam, kami berpura-pura
menjadi manekin. Hihi...ketahuan deh, kelamaan diajak jalan jalan ke tempat
belanja. Dan Seno takjub dengan berbagai manekin. Dan baginya, semua manekin
hidup. Hiiii serem kataku. Kok serem sih bu, bukankah itu menakjubkan?
Hehe...deng dong. Oh my litle Seno.
Sekarang seharian kami jadi
jerapah. Aku ibu jerapah, Mas amin bapak jerapah, dia Seno jerapah dan adek
Maryam jerapah.[]
SENO DAN POHON
“ Ibu, pohon itu umurnya
berapa?”, tanya Seno dalam sebuah perjalanan sambil melihat pohon-pohon
sepanjang jalan.
Pekan kemarin kami berjalan-jalan
ke Kebon Raya Bogor. Seno takjub dengan pohon-pohon besar yang akarnya besarnya
sama dengan badannya, tinggi akarnya setinggi badannya. Dia pandangi pohon yang
tinggi itu dengan penuh kekaguman. Ada pohon yang tinggi besar menjulang, ada
tidak terlalu tinggi tapi akarnya berkumpul sebesar rumah dan menaungi dengan
gagah. Ada juga tanaman kecil yang merambat, ada yang mengapung, ada yang
berpelukan dengan tanaman lain. Ada tanaman yang minum sedikit air dan ada yang
harus berenang di air. Bagi Seno semua hidup, punya mata dan telinga.
“Assalamualaikum pohon....”,
sapanya dengan gembira.
Kekagumannya pada tanaman
berlanjut sampai di rumah.
“ Seno, pohon itu bisa tinggi dan kuat karena punya
akar yang dalam menghujam dalam tanah. Karena itu dia bisa tahan dari terpaan
angin kencang. Kalau kamu ingin kuat dan tinggi seperti pohon, maka kamu juga
harus punya akar yang kuat. Kalau kamu ingin punya akar yang kuat maka kamu
harus banyak belajar. Belajar Al Quran, belajar di sekolah, banyak membaca buku
dan banyak bertanya. Maka kamu akan punya akar yang kuat ke dalam tanah.”
“Seno mau kuat seperti pohon!!!”,
dia berteriak gembira.
“Akar tugasnya mencari makanan,
daun tugasnya memasak, dan batang tugasnya mengantar makanan untuk semua bagian
daun.”, iseng-iseng cerita tentang pengetahuan alam.
“Kalau makanan seno dimasak dalam
perut, lalu dipompa....”, sambil tertawa memegang perutnya.
Rasa ingin tahu anak-anak setiap
hari membuatku kagum bagaimana Allah telah membekali akal untuk berfikir. Belajar
adalah hal yang alami dalam diri manusia. Mau jadi apa manusia, tergantung
informasi apa yang masuk dalam kepalanya.
Sangat menyenangkan bercerita
sama anak kecil. Dan itu kemewahan Seno dan Maryam, karena 2 tahun ini aku di
rumah bersama mereka. Kami membaca buku, berkebun, bermain air, bermain tanah,
jalan-jalan, nonton film..Seno sangat suka membaca alif ba ta juz ‘amma baghdadiyah. A i u, ba bi bu, an in un,
ban bin bun. Semoga kekagumanmu pada ciptaan Allah dan rasa ingin tahumu
selalu terpelihara seumur hidupmu nak. Kelak, seperti apapun lingkunganmu
tetaplah seperti itu. berbinar-binarlah melihat ilmu seperti ayahmu.[]
Selasa, 09 Juni 2015
DUA CERMIN
Menjadi ibu adalah hal yang paling berat dalam hidupku saat ini, tetapi juga menjadi hal yang terbaik dalam hidupku. Seorang ibu harus memiliki integritas dalam setiap perkataan dan perbuatan. Karena anak-anak adalah cermin. Apa yang terlihat pada anak kita, itulah kita.
Saat melihat anak kita sulit bersalaman dengan orang, mungkin kita begitu. Saat anak kita mengacuhkan kita saat dipanggil, mungkin kita juga. Saat anak bersuara keras, mungkin kita juga. Saat anak suka marah, mungkin kita juga. Saat anak malas, mungkin kita juga. Saat anak kecanduan nonton TV, mungkin kita juga.
Kadang solusi kepribadian anak justru ada dalam diri kita. Kalau ingin anak berakidah kuat, maka kita harus begitu. Kalau ingin anak rajin ibadah, maka yang pertama harus rajin adalah kita. Jika ingin anak bertutur kata lembut, maka mulai pelankan suara kita dan berlemah lembutlah kita. Kalau kita ingin anak yang sabar, maka bersabarlah kita.
Cara terbaik untuk menjadi mentarbiyah diri sendiri adalah dengan mentarbiyah anak kita dengan baik. Cara terbaik mentarbiyah anak adalah dengan mentarbiyah diri sendiri.
Anak sedikit atau banyak tidak masalah, kita didik sebaik-baiknya. Semoga kelak menjadi pemuda pemudi muslim yang dirindukan umat. Kita besarkan dengan keikhlasan, dengan cinta yang besar.
Setiap anak istimewa. Mereka memiliki cara belajar sendiri. Senopati Ibrahim (3,5 th) sangat pandai bercerita dengan media apapun, boneka, mainan, benda-benda di rumah, bahkan jari jarinya sendiri bisa menjadi sebuah cerita. Sedangkan Maryam Marhamah (7 bulan), sedang masa eksplorasi dengan mulutnya. dia senang memakan apapun. krupuk getuk, keripik pisangpun kriuk kriuk dimakan. Maryam suka mengeksplorasi mainan, dan kadang kadang sampai rusak. Sepertinya Seno mewarisi kecerdasan bahasa ayahnya, sedangkan Maryam mewarisi tangan tukangku.
Dengarkan ibu nak, kalian harus menjaga diri dengan baik, menempa diri dengan baik. Banyak tugas yang kelak harus kalian kerjakan.
Ya Allah, bimbing kami menunaikan amanahMu ini.
Saat melihat anak kita sulit bersalaman dengan orang, mungkin kita begitu. Saat anak kita mengacuhkan kita saat dipanggil, mungkin kita juga. Saat anak bersuara keras, mungkin kita juga. Saat anak suka marah, mungkin kita juga. Saat anak malas, mungkin kita juga. Saat anak kecanduan nonton TV, mungkin kita juga.
Kadang solusi kepribadian anak justru ada dalam diri kita. Kalau ingin anak berakidah kuat, maka kita harus begitu. Kalau ingin anak rajin ibadah, maka yang pertama harus rajin adalah kita. Jika ingin anak bertutur kata lembut, maka mulai pelankan suara kita dan berlemah lembutlah kita. Kalau kita ingin anak yang sabar, maka bersabarlah kita.
Cara terbaik untuk menjadi mentarbiyah diri sendiri adalah dengan mentarbiyah anak kita dengan baik. Cara terbaik mentarbiyah anak adalah dengan mentarbiyah diri sendiri.
Anak sedikit atau banyak tidak masalah, kita didik sebaik-baiknya. Semoga kelak menjadi pemuda pemudi muslim yang dirindukan umat. Kita besarkan dengan keikhlasan, dengan cinta yang besar.
Setiap anak istimewa. Mereka memiliki cara belajar sendiri. Senopati Ibrahim (3,5 th) sangat pandai bercerita dengan media apapun, boneka, mainan, benda-benda di rumah, bahkan jari jarinya sendiri bisa menjadi sebuah cerita. Sedangkan Maryam Marhamah (7 bulan), sedang masa eksplorasi dengan mulutnya. dia senang memakan apapun. krupuk getuk, keripik pisangpun kriuk kriuk dimakan. Maryam suka mengeksplorasi mainan, dan kadang kadang sampai rusak. Sepertinya Seno mewarisi kecerdasan bahasa ayahnya, sedangkan Maryam mewarisi tangan tukangku.
Dengarkan ibu nak, kalian harus menjaga diri dengan baik, menempa diri dengan baik. Banyak tugas yang kelak harus kalian kerjakan.
Ya Allah, bimbing kami menunaikan amanahMu ini.
Langganan:
Postingan (Atom)





