Hari ini Seno banyak menguji kesabaranku. Bangun tidur tidak mau mandi, malah langsung minta nonton Diego kesukaannya. Di posyandu, tidak mau pulang. Diajak ngisi pengajian, minta aneh aneh sama Mbah Pantoro, tuan rumah. Minta air putih, bantal, dan makanan. Sepanjang saya ngisi, dia juga ikut bicara dan menyela. Geregetan.
Sampai di rumah, tidak mau bobok siang. Padahal semua permintaan sudah kukerjakan; menyeduh susu, pijit kaki, kilik-kilik telinga, ipit-ipit kipas, dan musik pengantar tidur.
Melihat saya marah, bukannya taku, malah tertawa lebar. " aku mau dimarahin lagi sama ibu" , sambil tertawa geli.
Eh tiba tiba dia memeluk saya, lalu pipi saya dicium. Hahaha....gimana mau marah.
Seno lebih suka ibu marah dan banyak bicara. Dia paling takut kalau ibu diam.
Nak, mulutmu manis sekali apa habis makan es krim atau permen?
" Bukan ibu, Seno habis makan susu kotak dan biskuit", sahut seno.
Hehe....
Kamis, 07 Mei 2015
Rabu, 06 Mei 2015
MENIKMATI MENJADI ISTRI
Ketika saya memutuskan untuk berhenti bekerja di kantor dan mengurus anak-anak di rumah, suami bilang, "alhamdulillah...". Katanya, saya masih tetap bisa beraktualisasi diri dari rumah. Juga menghasilkan uang dari rumah. Hari gini masih mengeluh dilema ibu bekerja, ini kan zaman IT katanya. Dunia sudah dilipat dalam smartphone. Tak ada lagi kendala. Mari nikmati kemajuan teknologi ini untuk menjalankan tugas kita sebaik-baiknya.
Saya jarang berinteraksi dengan laki-laki kecuali untuk keperluan rumah atau transportasi. Setiap hari milik suami saya. Mungkin kami akan mengenang masa-masa indah ini.
Hikmah saya fokus mengurus keluarga banyak. Anak-anak menikmati berinteraksi dengan bundanya. Suami selalu makan masakan yang saya masak dengan penuh cinta. Saya juga bisa berdakwah di masyarakat, menambah keberkahan keluarga.
Saya lebih berterimakasih pada suami atas setiap rupiah yang diberikannya. Suami juga lebih berterimakasih atas semua pekerjaan yang saya lakukan dengan tangan saya sendiri.
Di zaman IT seperti ini banyak kejadian aneh-aneh di generasi muda, anak-anak dan keluarga. Kupikir yang kulakukan sudah benar. Merapat menjalankan tugas utama, mendidik keluarga.[]
Langganan:
Postingan (Atom)