Minggu, 10 Mei 2009

THEKLEK BERGANDA

Ibarat permainan theklek berganda , saat ini semua partai politik berkencan siang dan malam untuk mencari pasangan. Masing-masing memilih partner yang paling pas untuk memenangkan perlombaan. Ada yang memilih partner berdasarkan kesamaan tinggi badan, umur, uang dan gaya. Usai permainan pertama penentuan seberapa besar sawahnya, kini semua pemain harus berlomba menjadi yang terdepan dengan menaiki theklek double. Wah seru, kan…

Dalam perkencanan itu, seperti halnya permainan anak-anak ada bumbu urik-urikan , kasak kusuk, kabar-kabari, dan iri-irian. Ada yang malu-malu untuk meminta menjadi partner, terutama yang sama kuat. Ini soal harga diri, tetapi keduanya sama-sama tahu bahwa jika mereka bersatu akan menjadi tim terhebat. Ada juga yang sangat percaya diri, siapapun teman belakangnya dia akan menjadi peserta paling mbidip . Ada juga yang sudah mantab memilih menjadi pendamping demi mencapai kemenangan. Ada yang memilih aman demi terjaganya persahabatan dari congkrah theklek berganda. Masalahnya, semua ingin ada di depan. Padahal, kalau teman belakangnya berat atau jalannya gak kompak sekuat apapun mereka tetap berpotensi kalah. Tapi biarlah mengalir, saatnya saling mengunjungi…!!!

Seperti biasa penonton selalu terdiri dari beberapa kategori. Ada supporter, tanpa mereka permainan akan terasa garing tidak bercitarasa. Ada juga komentator, yang dengan cerdas menganalisis setiap perkencanan dan membuat prediksi-prediksi berbagai kemungkinan kombinasi. Ada juga yang hanya menonton, menikmati menghibur diri menyaksikan permainan. Ada juga yang setia berjualan melayani kebutuhan penonton. Mereka gak masalah asal dagangannya laris dan banyak untungnya. Ada juga sponsor yang ingin selalu disebutkan namanya, dilihat logonya dan diingat produknya oleh semua orang. Nah, kita penonton yang mana hayo..

Mengapa sih, banyak yang ingin jadi pemenang lomba theklek ini? Tentu karena pemenang lomba ini akan tinggal di istana selama lima tahun, jalan-jalan kemanapun gratis, masuk TV, naik pesawat gratis, mobil gratis, kursi empuk, dan makan daging dan susu gratis sepanjang tahun. Pemenang lomba ini juga berkuasa untuk membagi kue kecil-kecil. Ada sedikit bagian nanti untuk penonton. Yang pasti, dapatlah mereka status social yang tinggi, harta yang banyak dan jaminan keluarga yang baik.

Theklek berganda ini hanyalah sebuah permainan. Ini bukan tujuan. Semoga meriahnya festival theklek ini tak membuat para pemenangnya lupa bahwa mereka akan mengemban amanah mendistribusikan kue dengan adil, mendamaikan yang congkrah dan menjadi perwakilan Negara untuk bermuamalah dengan Negara lain. Dan semoga lima tahun yang akan dating mereka tidak nggendholi thekleknya tidak boleh ditempati oleh peserta yang lain. Bagaimanapun, pemenangnya harus berganti…terutama yang muda biar larinya tambah kenceng.

Satu lagi pesen Pak Dhe Dayat, bahwa kalau mencari pasangan bertheklek ria harus dalam rangka kebaikan. Koalisi itu kwali isi. Koalisi yang baik adalah kwali yang isinya adalah nilai-nilai kebaikan. Begitu kata pak de Dayat…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar