“ Ibu, pohon itu umurnya
berapa?”, tanya Seno dalam sebuah perjalanan sambil melihat pohon-pohon
sepanjang jalan.
Pekan kemarin kami berjalan-jalan
ke Kebon Raya Bogor. Seno takjub dengan pohon-pohon besar yang akarnya besarnya
sama dengan badannya, tinggi akarnya setinggi badannya. Dia pandangi pohon yang
tinggi itu dengan penuh kekaguman. Ada pohon yang tinggi besar menjulang, ada
tidak terlalu tinggi tapi akarnya berkumpul sebesar rumah dan menaungi dengan
gagah. Ada juga tanaman kecil yang merambat, ada yang mengapung, ada yang
berpelukan dengan tanaman lain. Ada tanaman yang minum sedikit air dan ada yang
harus berenang di air. Bagi Seno semua hidup, punya mata dan telinga.
“Assalamualaikum pohon....”,
sapanya dengan gembira.
Kekagumannya pada tanaman
berlanjut sampai di rumah.
“ Seno, pohon itu bisa tinggi dan kuat karena punya
akar yang dalam menghujam dalam tanah. Karena itu dia bisa tahan dari terpaan
angin kencang. Kalau kamu ingin kuat dan tinggi seperti pohon, maka kamu juga
harus punya akar yang kuat. Kalau kamu ingin punya akar yang kuat maka kamu
harus banyak belajar. Belajar Al Quran, belajar di sekolah, banyak membaca buku
dan banyak bertanya. Maka kamu akan punya akar yang kuat ke dalam tanah.”
“Seno mau kuat seperti pohon!!!”,
dia berteriak gembira.
“Akar tugasnya mencari makanan,
daun tugasnya memasak, dan batang tugasnya mengantar makanan untuk semua bagian
daun.”, iseng-iseng cerita tentang pengetahuan alam.
“Kalau makanan seno dimasak dalam
perut, lalu dipompa....”, sambil tertawa memegang perutnya.
Rasa ingin tahu anak-anak setiap
hari membuatku kagum bagaimana Allah telah membekali akal untuk berfikir. Belajar
adalah hal yang alami dalam diri manusia. Mau jadi apa manusia, tergantung
informasi apa yang masuk dalam kepalanya.
Sangat menyenangkan bercerita
sama anak kecil. Dan itu kemewahan Seno dan Maryam, karena 2 tahun ini aku di
rumah bersama mereka. Kami membaca buku, berkebun, bermain air, bermain tanah,
jalan-jalan, nonton film..Seno sangat suka membaca alif ba ta juz ‘amma baghdadiyah. A i u, ba bi bu, an in un,
ban bin bun. Semoga kekagumanmu pada ciptaan Allah dan rasa ingin tahumu
selalu terpelihara seumur hidupmu nak. Kelak, seperti apapun lingkunganmu
tetaplah seperti itu. berbinar-binarlah melihat ilmu seperti ayahmu.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar